Napas Panjang di Alam Liar
Kadang lo cuma pengen jauh dari semuanya. bukan karena benci, tapi karena pengen denger suara sendiri.
gue ambil tas, isi seadanya. jalan aja.
nggak mikir mau kemana, yang penting ada tanah, ada langit, dan gak banyak notifikasi.
pagi itu gue duduk di batu gede, kaki nyemplung ke sungai. airnya dingin, tapi bikin tenang.
hutan di depan mata nggak terlalu rimbun, tapi cukup buat nutupin dunia yang bising.
setiap langkah di tanah basah tuh kayak reminder: “lo hidup, bro. beneran hidup.”
ada jalur setapak kecil, licin, naik turun.
kadang nyasar, kadang nemu kejutan.
entah itu mata air kecil, atau anak monyet nyebelin yang ngeliatin dari atas pohon.
tapi semua itu... asli.
dan entah kenapa, semua rasa capek, gatel kena semak, dan nyasar itu justru bikin nagih.
karena di balik rasa nggak nyaman, ada semacam ketenangan yang susah dijelasin.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak dong bray!