Jalan Terus, Walau Nggak Tahu Mau Kemana
Kadang lo jalan bukan buat nyari tempat baru, tapi karena di rumah udah nggak enak.
Terlalu sumpek, terlalu banyak yang dipikirin, terlalu banyak yang nggak kelar-kelar.
Jadi yaudah, gue ambil motor. Isi bensin, ambil jas hujan—buat jaga-jaga.
Tujuannya? Nggak ada. Asal muter ke arah yang sepi aja.
Sampai akhirnya nemu jalan kecil di pinggiran desa. Nggak ada plang, nggak ada sinyal. Tapi jalannya enak, dan pemandangannya lumayan. Kiri kanan sawah, kadang masuk hutan sebentar. Nggak terlalu rame, cuma sesekali ketemu bapak-bapak bawa rumput.
Gue berhenti di pinggir jalan. Ada semacam saung kecil, kosong. Duduk di situ. Angin lumayan kenceng, suara jangkrik, dan satu dua motor lewat tanpa peduli.
Nggak ada yang istimewa sih, tapi tenang.
Gue buka cemilan yang gue bawa dari warung tadi—roti isi coklat sama air mineral. Makan sambil liatin langit, mikir dikit, terus diem.
Nggak ada momen wow. Nggak ada pencerahan.
Tapi justru itu yang bikin enak.
Kadang kita terlalu ngarep sesuatu dari tiap perjalanan. Padahal… bisa jalan dan duduk tanpa gangguan aja tuh udah cukup.
Nggak mesti nyampe puncak. Nggak mesti dapet view.
Yang penting lo jalan, lo gerak, dan lo bisa napas.
Setelah sejam duduk, gue balik.
Nggak ada hasil yang bisa dipamerin. Cuma sedikit rasa tenang yang nggak bisa lo dapet kalau lo cuma rebahan sambil scroll medsos.
Perjalanan itu nggak harus jauh, mahal, atau keren.
Kadang yang lo butuh cuma jalan lurus tanpa tujuan, dan waktu sebentar buat diri sendiri.
Komentar
Posting Komentar
Tinggalkan jejak dong bray!